JEMBER, INFOMASUK.com – Apes menimpa Pak Dhe Ri, 48, tukang ojek pangkalan asal Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Niat mencari nafkah Rp200 ribu justru berujung luka lebam di sekujur tubuh setelah diamuk massa di Desa Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kamis (30/7/2026) sore.

Ia menjadi korban salah sasaran. Pelaku pencurian sepeda motor yang ia antar kabur, sementara Pak Dhe Ri tertinggal dan jadi pelampiasan amarah warga.

Awal Mula :

Dijanjikan Ongkos Fantastis

Kisah ini bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Saat mangkal di pangkalan depan Pasar Bintoro, Pak Dhe Ri didatangi seorang pria berusia sekitar 30 tahunan.

"Penumpangnya datang sendiri. Bilang mau ke Sumberjambe. Nawar ongkos 200 ribu. Ya langsung saya iyakan, lumayan buat bayar cicilan," cerita Muhammad Surep, keponakan korban, saat ditemui di rumahnya, Jumat (31/7/2026).

Perjalanan dari Bintoro ke Sumberjambe memakan waktu hampir 1 jam. Setibanya di Desa Plerean, penumpang meminta Pak Dhe Ri memutar-mutar kampung.

"Katanya mau cek motor yang dijual warga. Diajak keliling 3-4 rumah," ujar Surep.

Di rumah terakhir, pelaku berpura-pura tertarik dengan satu unit motor Honda Beat milik warga. Saat pemilik lengah dan Pak Dhe Ri sedang menunggu di pinggir jalan, pelaku langsung menyalakan motor dan kabur.

"Pas mau bayar, motornya dibawa lari. Pak Dhe kaget, mau ngejar juga tidak bawa motor sendiri," kata Surep menirukan cerita pamannya.

Dikepung, Dipukuli, dan Digiring ke Polsek

Melihat motornya raib, pemilik motor dan warga sekitar langsung emosi. Sasaran kemarahan pun jatuh ke Pak Dhe Ri yang ada di lokasi.

"Pak Dhe dikepung warga. Dituduh komplotan. Dipukuli pakai tangan kosong sampai babak belur. Wajah, kepala, punggung semua kena," ungkap Surep dengan mata berkaca-kaca.

Sekitar 15 menit kemudian, anggota Polsek Sumberjambe datang dan mengamankan Pak Dhe Ri dari amukan massa. Ia kemudian digelandang ke Mapolsek untuk dimintai keterangan.

"Pak Dhe ditahan satu hari satu malam. Kami sekeluarga baru dapat kabar jam 9 malam setelah ditelepon polisi," jelas Surep.

Berkat mediasi dan jaminan dari Kepala Lingkungan Bintoro, Pak Dhe Ri akhirnya diperbolehkan pulang, Jumat (31/7/2026) pagi. Polisi menyatakan ia berstatus sebagai saksi korban penipuan.

Kondisi Terkini dan Dampak Ekonomi

Hingga berita ini ditulis, kondisi Pak Dhe Ri masih trauma. Wajahnya lebam, bibir bengkak, dan badan pegal-pegal akibat pukulan.

"Belum bisa kerja. Trauma. Biasanya mangkal dari jam 6 pagi sampai 6 sore. Sekarang di rumah saja," kata Surep.

Pak Dhe Ri adalah tulang punggung keluarga. Ia bercerai dan memiliki 2 anak yang masih sekolah. Penghasilan dari ojek pangkalan hanya Rp50 ribu - Rp100 ribu per hari.

"Rp200 ribu itu besar buat Pak Dhe. Tapi malah jadi petaka," ucap Surep lirih.

Keluarga Kecam Main Hakim Sendiri

Pihak keluarga menyayangkan tindakan warga. Surep meminta masyarakat tidak gegabah dan main hakim sendiri.

"Pak Dhe saya tidak tahu apa-apa. Dia hanya tukang ojek yang cari penumpang. Seharusnya tanya dulu, selidiki dulu. Jangan langsung main pukul," tegasnya.

Ia berharap pelaku curanmor segera ditangkap agar tidak ada lagi korban lain.

Polisi: PELAKU MASIH BURON

Kapolsek Sumberjambe AKP Slamet Riyadi membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan korban sudah dipulangkan.

"Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan tidak terlibat. Murni korban. Saat ini kami sudah mengantongi ciri-ciri pelaku dan masih melakukan pengejaran," ujar AKP Slamet, Jumat (31/7/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar menyerahkan penanganan ke pihak kepolisian. 

"Jangan main hakim sendiri. Bisa jadi kita yang kena pidana," tegasnya.

VIRAL DAN TUAI SIMPATI WARGANET

Video detik-detik Pak Dhe Ri diamankan warga sempat viral di grup Facebook "Info Jember" dan WhatsApp. Ratusan komentar membanjiri, isinya kecaman terhadap main hakim sendiri dan simpati untuk Pak Dhe Ri.

"Kasihan pak ojeknya. Dia juga korban. Semoga pelaku cepat ketangkap," tulis akun @warga_jember.

Bagi Pak Dhe Ri, Rp200 ribu itu kini harus dibayar dengan rasa sakit, trauma, dan hilangnya pendapatan beberapa hari.

Ia hanya berharap satu hal: pelaku segera tertangkap dan tidak ada lagi tukang ojek lain yang bernasib sama.

"Saya hanya cari rezeki halal. Tolong jangan sakiti orang yang tidak bersalah," pesan Pak Dhe Ri melalui keponakannya.INFOMSUK