MESKI MINIM ANGGARAN, KALENDER EVENT BANYUWANGI TETAP JALAN
desainer Lokal “GOODEL” mengaku justru Banjir Order dari Luar Kota
BANYUWANGI, www.infomasuk.com –
Di tengah kondisi ekonomi Banyuwangi yang belum sepenuhnya pulih, roda kegiatan seni dan event di daerah ujung timur Jawa ini ternyata belum berhenti. Kalender event kabupaten Banyuwangi masih berjalan, meski diakui anggarannya jauh lebih minim dibanding era sebelum pandemi Covid-19.
Kondisi itulah yang dirasakan langsung oleh salah satu pelaku kreatif lokal, GOODEL. Pria asal Genteng ini dikenal sebagai konseptor layout event sekaligus desainer 3D animasi yang sudah malang melintang sejak Banyuwangi Festival pertama kali digelar tahun 2014.
ANGGARAN KETAT, EVENT TETAP DIGELAR
GOODEL menyebut, sepinya permintaan jasa gambar dan desain di Banyuwangi belakangan ini tak lepas dari pemangkasan anggaran event oleh pemerintah daerah dan pihak swasta.
“Memang kerasa banget bedanya. Kalau dulu sebelum covid anggaran untuk event-event di Banyuwangi lumayan, sekarang jauh lebih ketat. Jadi permintaan untuk gambar layout, desain panggung, dan animasi 3D juga ikut sepi,” ujarnya saat ditemui di Genteng, kabupaten Banyuwangi Rabu (29/07/2026)
Meski begitu, ia bersyukur karena roda tetap berputar. Kalender event kabupaten, mulai dari festival budaya, karnaval, hingga kegiatan komunitas, masih terus disusun dan dilaksanakan. Hanya saja skalanya lebih sederhana dan menyesuaikan dana yang ada.
“Alhamdulillah tetap jalan. Cuma memang kita-kita yang di belakang layar harus lebih kreatif dengan budget minim,” lanjut GOODEL.
ORDER JUSTRU DATANG DARI LUAR KOTA
Ironisnya, di saat permintaan lokal menurun, justru order dari luar Banyuwangi yang ramai menghampiri.
“Syukur Alhamdulillah, permintaan banyak dari luar kota. Kebanyakan untuk desain gambar perumahan, properti, dan visualisasi 3D proyek,” katanya.
Menurutnya, reputasi Banyuwangi sebagai daerah yang kuat di bidang event dan seni ternyata membawa dampak. Banyak klien dari luar daerah yang justru mengenal jasanya dari portofolio event-event Banyuwangi Festival sejak 2014.
Sejak pertama kali terjun sebagai desainer gambar 3D di awal Banyuwangi Festival 2014, GOODEL mengaku sudah menangani puluhan karya. Mulai dari konsep layout panggung, desain booth UMKM, visualisasi 3D untuk promosi wisata, hingga animasi pembuka acara.
“Banyak karya yang sudah saya desain sejak 2014 sampai sekarang. Dari yang event besar sampai event kecil-kecilan komunitas,” kenangnya.
PILIH JALUR FREELANCE
Kini, setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung, GOODEL memilih untuk fokus sebagai freelancer. Alasannya sederhana: fleksibilitas dan jangkauan klien yang lebih luas.
“Kalau freelance kita bisa ambil job dari mana saja. Tidak terpaku di Banyuwangi saja. Apalagi sekarang komunikasi sudah gampang, kirim desain bisa lewat online,” jelasnya.
Ia berharap ke depan anggaran untuk event di Banyuwangi bisa kembali ditingkatkan. Bukan hanya untuk menghidupkan pelaku seni dan kreatif lokal, tapi juga untuk menjaga denyut pariwisata yang sudah jadi identitas Banyuwangi.
“Event itu kan ujung tombaknya. Kalau eventnya hidup, UMKM, hotel, transportasi, semua ikut gerak. Kami di belakang layar juga ikut kebagian,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memang masih berkomitmen menjalankan berbagai event unggulan meski dengan skema efisiensi. Dari Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Gandrung Sewu, hingga event-event berskala kecamatan, semuanya tetap masuk dalam kalender resmi daerah.
Bagi pelaku kreatif seperti GOODEL, bertahan di tengah keterbatasan adalah pilihan. Dan selama masih ada permintaan, baik dari dalam maupun luar kota, dunia desain 3D di Banyuwangi diyakini tidak akan mati.
INFOMASUK